Postingan

Dari 27 ke 40 (Tidak Takut Sendiri)

Berbicara soal pernikahan, dulu waktu sekolah aku punya target menikah di usia 27. Seiring berjalannya usia dengan bertambahnya pengalaman serta wawasan baru, cita-cita target menikah pas waktu sekolah dulu sudah tidak relevan lagi dengan hidupku hari ini. Saat ini usia ku 26 tahun, dan aku merasa masih sangat muda dan bergairah untuk menggapai semua cita-citaku.  Aku di level insan yang tidak takut sendiri. Tidak takut sepi maupun kesepian.  Aku berdikari. Bukan tidak butuh manusia lain untuk menemani, tetapi aku lebih percaya Tuhanku selalu membawakanku teman dalam bentuk apapun itu bukan hanya dalam bentuk pasangan. Mau kita punya pasangan atau tidak, Tuhan selalu memberikan teman untuk kita, asalkan kita tidak menutup diri.  Aku sangat bahagia dengan diriku saat ini yang tidak terikat dengan siapapun. Bebas berteman dengan siapapun dan pergi kemanapun yang aku mau. 

Usia 26

- Tulisan yang telah disempurnakan. - Sebuah tulisan sebagai hadiah untuk diriku sendiri.  Memasuki usia ke-26 tahun ini, Saya banyak berkontemplasi. Saya akhirnya mampu menerima kesadaran bahwa bahagia kita ya bergantung kepada diri kita sendiri.  Kita tidak bisa menggantungkan, dan menyerahkan tugas membahagiakan diri kita sendiri kepada orang lain.  Karena tidak ada orang lain yang mampu memahami diri kita sebaik diri kita sendiri. Jadi ya kalau mau apapun, dilakukan sendiri, membahagiakan diri sendiri, mandiri sendiri, pingin ini itu, yaudah beli sendiri. Menyenangkan diri sendiri adalah tugas diri. Tidak perlu menunggu orang lain melakukan sesuatu untuk kita. Karena gimana ya, di usia sekarang, mental yang sehat, pikiran yang " semeleh " adalah yang utama. Mengurangi pikiran ribet-ribet yang disebabkan oleh terlalu banyak harapan kepada orang lain. Less expectation, less disapointment. Sekarang hidup fokusnya ya kerja yang halal, gak jahat sama orang, bisa nyenengin ...

Usia 26

Gambar
Sebuah tulisan sebagai hadiah untuk diriku sendiri.  Memasuki usia ke-26 tahun ini, Saya banyak berkontemplasi. Saya akhirnya mampu menerima kesadaran bahwa bahagia kita ya bergantung kepada diri kita sendiri.  Kita tidak bisa menggantungkan, dan menyerahkan tugas membahagiakan diri kita sendiri kepada orang lain.  Karena tidak ada orang lain yang mampu memahami diri kita sebaik diri kita sendiri. Jadi ya kalau mau apapun, dilakukan sendiri, membahagiakan diri sendiri, mandiri sendiri, pingin ini itu, yaudah beli sendiri. Menyenangkan diri sendiri adalah tugas diri. Tidak perlu menunggu orang lain melakukan sesuatu untuk kita. Karena gimana ya, di usia sekarang, mental yang sehat, pikiran yang " semeleh " adalah yang utama. Mengurangi pikiran ribet-ribet yang disebabkan oleh terlalu banyak harapan kepada orang lain. Less expectation, less disapointment. Sekarang hidup ya, Kerja yang halal, gak jahat sama orang, bisa nyenengin diri sendiri & keluarga, berma...

Safe Flight

Gambar
Satu momen paling pasrah berulang dalam hidupku adalah saat aku berada di atas udara.  Terkumpul dengan orang-orang satu takdir.  Tidak punya kendali atas apa yang aku tumpangi.  Tidak tahu apa yang akan terjadi sampai tiba di tujuan.  Berada di kabin pesawat membuatku benar-benar melupakan masalah dunia dan memasrahkan seluruh hidupku pada Tuhan.

Ojo kesel-kesel mah

Gambar
Sebagai anak yang orangtuanya sudah menginjak usia 50 tahunan, ada rasa khawatir dan was-was terhadap mereka. Yo'i men , ketika mereka di usia 50an tahun masih beraktivitas aku agak khawatir juga. Karena faktanya usia memakan fisik. Pertanyaan "sehat mah? sehat pah?" adalah rutinitas wajib, ketika orangtua muda berubah menjadi orangtua tua.  Dilemma juga ketika hendak komentar "ojo kesel-kesel mah, pah" atau "Semangat mah pah" atau "Wih Keren" terhadap segala aktivitas mereka. Sampai kadang lupa mereka juga individu, insan manusia yang punya tujuan hidup dan mimpi nya masing-masing.  Yang mungkin waktu muda tersandera karena membesarkan anak dan baru bisa dilakukan ketika anak-anak mereka sudah dewasa. Yaa apapun itu, Semoga orangtua kita semua senantiasa dikaruniai kesehatan yang baik dan bahagia. Aamiin.

1849 KM

Gambar
Merindukanmu tidak akan pernah cukup waktu untuk menuntaskannya. Karena rinduku bukan tugas yang harus dituntaskan, melainkan adalah energi, mengalir seperti mata air yang tak pernah habis. Aku sangat ingin membawamu kemanapun aku pergi berkelana didalam hidup ini.  Aku yakin juga kau tak akan ragu menganggukan kepalamu untuk ikut bersamaku. Namun, kita adalah dua insan manusia yang sama kuat, sama-sama masih punya mimpi masing-masing di hidup kita. Saat tiba kita sudah meraih hidup yang kita impikan, kita akan pulang, bertemu dirumah yang sudah kita bangun bersama selama ini.

Penggaris Bahagia

Gambar
Mengukur kebahagiaan dan kesuksesan seseorang berdasarkan materi yang dihasilkannya rasanya cukup dangkal.  Dunia ini adalah semesta yang kompleks. Tidak ada penggaris yang benar-benar pas untuk mengukur keadaan satu mahluk dengan mahluk yang lain. Itulah sebab mengapa setiap saya mulai menilai orang lain berdasarkan kebendaan yang dia miliki, rasanya benar-benar dangkal dan memalukan.  Manusia lebih dari hal-hal itu. Ya, kita butuh uang untuk hidup. Namun saya percaya manusia lebih dari itu.  Be wise and grateful.