Sampai Sini, Lupa - Sebuah Catatan Kebersyukuran
Beberapa hari lalu, aku pijat. Dan ngobrol banyak dengan tukang pijat tersebut. Obrolan itu bikin aku ingat sesuatu. Begini ceritanya ... Selama ini, bisa dibilang, aku itu orang yang sakit-sakitan. Aku asmatik. Dalam satu minggu, aku gak pernah absen untuk tidak sakit, minimal masuk angin. Mau pagi, siang, malam, kalau keluar rumah harus selalu pakai jaket yang tebal. Mau naik motor ataupun naik mobil. Aku juga gak kuat sama sekali di ruangan ber ac. Pergi jauh dikit, capek. Kecapekan dikit, sakit. Kedinginan atau kepanasan dikit, sesak nafas. Pernah suatu ketika aku makrab fakultas ke Kaliurang. Saat malam tiba, aku di sana sama sekali gak bisa nafas. Hidungku mampet total. Aku nafas lewat mulut. Gak bisa tidur. Kedinginan. Sejak saat itu, aku jadi tau, Oke nih, aku punya riwayat sakit. Limitku segini, Pencetusnya ini, ini, ini Penanganannya seperti ini, ini, ini. Obatnya ini, ini, ini. Part II Singkat cerita, Ayah dari sahabatku Anggoro, Pak Budi namanya...