Bunga-bunga akan mekar pada waktunya masing-masing


Ada fase hidupku dimana aku merasa sangat terpuruk. Usia belasan sudah dipatahkan oleh dunia dan seisinya. 
Mimpi-mimpi yang kurangkai sejak sekolah, terhempas begitu saja, tidak tersisa.
Waktu itu hidupku seperti terjun bebas ke dasar jurang. 
Tidak ada yang menolongku, aku terjerumus sendirian, tidak tahu bisa bangkit atau tidak.

Di saat itu aku benar-benar hanya hidup saja. Merasa kosong, merasa hampa, merasa hidup ini tidak berguna.

Aku punya keluarga tapi tidak ada satupun yang bisa kulakukan, aku tidak bisa mengungkapkan apapun, terdiam seperti mayat. Aku benar-benar hancur saat itu.
Wajahku bisa tersenyum, tertawa. Namun jauh didalam diriku, aku sangat hancur. Benar-benar tidak tahu harus apa. 
Tidak ada yang memandu, tidak bisa mengeluarkan segala apa yang ada didadaku ini, karena ceritapun mereka tetap tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi kepadaku. Dan mereka juga tidak bertanya. Itu adalah tahun-tahun yang sangat berat bagiku. Aku tidak punya tempat untuk bercerita.

Aku berusaha bangkit dengan sisa-sisa semangat yang ada didiriku. Pelan-pelan. Itu proses yang lama, tidak sebentar.

Hingga akhirnya aku bisa tersenyum lagi dengan lepas. Dari dalam diriku. Tidak palsu. 

Aku akhirnya bisa menata lagi mimpi-mimpi yang dulu sempat hilang. 
Menemukan kembali ritme hidupku. Semangatku yang hilang. Apinya ternyata masih membara. 
Dan untuk kali ini, aku siap apapun yang terjadi. Akan ku perjuangkan hingga nafas terakhir hingga detak jantungku berhenti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dan ini pun akan berlalu

Di atas meja bilyar aku melepaskan dia yang lalu

Aku akan Bersedih dengan Khidmat