Di atas meja bilyar aku melepaskan dia yang lalu

Akhirnya, tidak ada lagi rasa ingin tahuku tentang mantanku.

Lucunya itu terjadi tanpa sengaja di atas meja bilyar.

Canda tawa yang terjadi sepanjang permainan bersama seorang racker, seseorang yang bekerja menata bola di atas meja bilyar, mampu membuatku menghentikan seluruh rasa penasaranku tentang seseorang di masa lalu, selamanya.

Aku sadar, ternyata bukan dia yang aku butuhkan.

Perlakuan baik dan penghargaan yang tulus dari seorang racker ternyata memenuhi segala rasa yang selama ini aku cari-cari.
Ia menghargai setiap upayaku, bahkan tanpa perlu tahu siapa aku, tanpa aku harus memperkenalkan diri.

Men… itu berharga sekali untukku.

Meski aku sudah di titik percaya pada diriku sendiri, namun mendapati seseorang bersikap begitu tulus rasanya hangat sekali, seperti pelukan yang selama ini aku dambakan.

Racker itu memperlakukanku seperti seorang hero.

Padahal ia hanyalah orang asing, yang bisa saja memilih untuk cuek.

Namun sebuah tindakan sederhana, seperti apresiasi, mampu membuatku tersentuh.

Gestur tersebut membuatku kembali optimis menghadapi hidup.

Thanks, Sash.

Aku sadar aku ini tidak butuh dicintai, tapi aku cuma butuh diapresiasi setiap upayaku, dihargai, dihormati. 

I'll give you the world then.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dan ini pun akan berlalu

Aku akan Bersedih dengan Khidmat