Lebih baik dari Aku yang dulu

Setiap manusia dikaruniai Tuhan dengan berbagai macam talenta yang berbeda. 
Tetapi sayangnya, banyak orangtua tidak bisa menerima itu.
Mereka beranggapan bahwa anak harus menjadi sesuatu yang mereka inginkan, tanpa mau tahu, apa sebenarnya minat dari si bocah.  

Saya ingat betul ketika setelah wisuda belum mendapatkan kerja. 
Rasanya sangat stress, orangtua mendesak untuk melamar ini melamar itu.
Padahal saya juga sudah memasukkan banyak lamaran pekerjaan, namun belum rezekinya.

Share lowongan kerja setiap hari di grup keluarga, hingga mual rasanya untuk membaca. 
Karena pada dasarnya orang jika suka dan berminat pada sesuatu akan melakukan itu tanpa disuruh sekalipun. 

Hingga tiba disuatu hari, saya scrolling twitter. Dan saya baca lowongan pekerjaan yang menggugah saya untuk buru-buru melamarnya. Karena saya yakin betul terhadap ini. Tanpa keraguan sedikitpun saya memasukan lamaran dan ambil kesempatan itu.

Kondisi saat saya menemukan loker tersebut adalah dalam kondisi hopeless yaudahlah. Itu loker benar-benar cuma lewat di timeline saya tanpa saya berharap apapun. Bener-bener Tuhan seperti berkata "Nih yang selama ini kamu cari."

Ternyata betul perkataan ini "Apa yang menjadi takdirmu tidak akan melewatkanmu, dan apa yang bukan menjadi takdirmu, tidak akan menjadi milikmu."

Dan saya sadar itu adalah keputusan terbaik yang saya ambil di tahun 2021.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dan ini pun akan berlalu

Di atas meja bilyar aku melepaskan dia yang lalu

Aku akan Bersedih dengan Khidmat