Sudah gagal apa hari ini?
Saya ingat ketika saya kecil, saya itu belajar berbagai hal, entah itu belajar bersepeda lalu terjatuh, belajar menendang bola lalu terpleset, saya selalu coba lagi hingga berhasil. Orang tua saya juga selalu mengajari dan menyemangati untuk coba lagi.
Sebagai anak kecil yang memiliki semangat untuk mencoba hal-hal baru, saya selalu bersemangat dan jika saya melakukannya gagal saya coba lagi sampai bisa.
Namun ketika beranjak remaja hingga dewasa, kita sering kali malah menjadi takut untuk salah dan gagal.
Bukan karena apa-apa, wajar saja, karena sistem pendidikan kita menuntut siswa itu menjadi sempurna, tidak pernah salah dan tidak boleh gagal.
Saya ingat betul ketika saya SD saat pelajaran IPS. Ada seorang guru yang bertanya dihadapan kelas, menanyakan sebuah pertanyaan tentang sejarah dan menyuruh siswa yang tahu untuk tunjuk tangan.
Saat itu tidak ada satupun yang berani tunjuk tangan, saya tunggu teman-teman saya tidak ada yang angkat tangan, lalu saya dengan dada berdegup kencang tunjuk tangan untuk menjawab. Dan ternyata jawaban saya salah.
Bukan jawaban saya yang salah yang saya persoalkan, tetapi reaksi guru tersebut yang menyalahkan saya dan mengatai saya bodoh karena salah menjawab. Hal itu membuat saya merasa bodoh karena telah tunjuk tangan. Saya ditertawai satu kelas, dan sejak saat itu saya jadi tidak pernah mau menjawab apapun pertanyaan guru didepan kelas pada saat SD.
Guru tersebut tidak tahu bahwa proses seorang siswa mengangkat tangan itu tidak mudah. Dia perlu memupuk keberanian dan kepercayaan dirinya dahulu hingga dia terdorong untuk mengangkat tangan dan berani untuk menjawab pertanyaan.
Saat saya kuliahpun juga ada kasus yang hampir mirip dengan yang terjadi pada saat saya SD. Ada satu mata kuliah yang lumayan sulit, mata kuliah tersebut mata kuliah dasar atau sebagai pondasi untuk melangkah ke semester berikutnya, tetapi dosennya tidak bekerja sama dengan baik. Setiap ada pertanyaan dari mahasiswanya beliau malah marah-marah dan mengatai mahasiswa bodoh, goblok, tolol. Dan itu menjadikan mahasiswa jadi takut dan males untuk bertanya. Lalu memalsukan keadaan seolah kita bisa. Padahal tidak sama sekali.
Saya yakin teman-teman saya yang diajar oleh dosen tersebut tolol-tolol sama seperti saya, Haha.
Dari cerita saya diatas, sistem pengajar dan pendidikan kita membuat kita takut untuk membuat kesalahan dan kegagalan. Pokoknya hal tersebut haram dimata mereka.
Padahal, sebenarnya, kalau tidak melakukan kesalahan dan kegagalan, kita tidak akan pernah belajar apapun.
Dan yang baru saya sadari dan pelajari, bahwa gagal itu nggak papa lho.
Salah itu nggak masalah.
Kalau tidak pernah berbuat salah dan gagal kita tidak pernah belajar sesuatu yang baru.
Kita tidak akan tahu dimana salahnya, dan yang mana benarnya.
Jadi, sudah gagal apa hari ini?
Komentar
Posting Komentar