Postingan

Hijrah ke London

Hehe, tulisan ini memang tentang perpindahan ke tempat lain, tapi bukan ke London ( someday aamiin ).  Dikasih judul begitu biar mirip judul lagu terkenal aja.   Oke, begini ceritanya,  Mamaku itu selalu bilang kalau anak-anaknya jangan tinggal deket-deket sama orangtua, biar mandiri.  Mamaku juga bilang kalau mau sukses ya harus berani keluar dari zona nyaman dan berhijrahlah ke tempat lain yang lebih baik. Jangan di sini-sini aja. Mulai saat itu di fikiranku terpatri bahwa aku harus keluar dari rumah dan pindah ke tempat lain biar aku bisa sukses.   Alhamdulillah, akhirnya aku sudah bisa menemukan tempat baru untuk mencari penghidupan.  Terhitung sudah hampir 1.5 tahun aku tidak lagi tinggal bersama orangtuaku. Benar memang kata Mama.  Aku jadi jauh lebih mandiri dan mengandalkan kemampuanku sendiri untuk apapun. Dari mulai aku tiba-tiba harus masak sendiri (yang mana saat di rumah, aku masak aja hampir gak pernah), mencuci baju tanpa mesin...

Do What Makes You Happy

"Do what makes you happy." Kata-kata sederhana namun dampaknya luar biasa.  Dalam hidup, kadang kita tanpa sadar berekspektasi sesuatu terhadap seseorang. Dan ekspektasi itu menimbulkan kekecewaan jika tidak tercapai.  Memang sudah seharusnya kita tidak pernah berharap dan menuntut terhadap manusia lain. Kenapa? Begini, manusia adalah entitas bebas merdeka yang memiliki keinginannya sendiri. Bahkan Tuhan pun membebaskan mahluknya untuk menjadi apapun yang diinginkannya. Tuhan tidak memaksa. Jika demikian, kalimat " lakukan apapun yang membuatmu bahagia" sebenarnya adalah ruang kita untuk turut serta bahagia dan menghormati pilihan manusia lain.  Manusia di dunia ini tidak ada yang cari penderitaan. Semua orang ingin bahagia.  Lalu, jika seseorang telah menemukan bahagia dengan caranya. Mengapa kita tidak turut berbahagia juga?  Walaupun mungkin itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau tuntutkan.  Tetapi mengapa juga kita harus berharap dan menuntut s...

Jackpot

Mencintaimu dan dicintaimu adalah salah satu karunia Tuhan yang sangat aku syukuri terjadi dalam hidupku. Kehadiranmu memberikan warna baru dihidupku. Tidak selalu cocok, tapi itu sangat indah. Aku beruntung. Berada didekatmu aku merasakan tenang, aku merasakan damai, aku merasakan nyaman yang tak pernah aku temui di insan manapun. Atau sebetulnya aku hanya sekali saja mencari, lalu kukerahkan semua keberuntunganku, dan akhirnya kita saling bertemu. Satu-satunya manusia bahkan lebih dari keluargaku yang mengetahui aku, ya kamu.  Bersamamu jiwaku bebas bergerak, bertelanjang tanpa dipermalukan.  Engkau adalah tempat dimana hatiku berlabuh. Dimana tubuhku mengisi ulang energi yang hampir habis. Kau adalah jackpot terbesarku

Risau

Kalau memikirkan besok akan bagaimana, otak langsung masuk ke mode bertahan. Seperti enggan membicarakan. Pikiran-pikiran semacam "Besok tua gimana ya?" "Besok tua sama siapa ya?" Selalu berkecamuk dahsyat dari hari ke hari, makin lama makin kuat. Apalagi di usia segini.  (Berhenti.) Sejenak aku mencoba berfikir jernih.  Lalu, sedikit samar-samar sadar bahwa hidup adalah hari ini.  Dan ya, menjalani hidup dari hari ke hari lebih membuat ringan langkahku berjalan.  Tidak sedikit contoh-contoh nyata yang seketika muncul di otakku satu-satu berurutan. "Oh si ini dulunya bersama, sekarang sendirian (ada yang ditinggal mati maupun bercerai)" Apa pernah terfikir pada saat mereka menikah, di masa depan ternyata mereka akan sendirian? Terlepas dari segala kebersamaan yang telah dilalui bersama. Tidak menjadi jaminan bahwa pernikahan akan menyelamatkanmu dari kesendirian, entah itu kapan. Begitu juga, tidak ada jaminan bahwa aku akan masuk ke usia tua. Pun jika aku...

Memahami Spiritual dengan Konsep Buddha

Manusia itu egois.  Mereka akan selalu berusaha memikirkan dirinya sendiri. Dan sebetulnya jika memang begitu, tidak akan ada manusia yang berani berbuat jahat, karena mereka tahu itu akan merugikan dirinya sendiri. Tetapi dalam penyampaian di agama kita, banyak yang menggunakan pendekatan dengan cara penghakiman dan penghukuman daripada memberi pemahaman. Padahal manusia jika ia paham dengan sesuatu. Dia akan melakukannya karena mengerti dan paham, bukan karena paksaan. Singkat cerita, beberapa waktu ini saya mendalami spiritual lewat jalan mendengarkan ceramah buddha.  Dan konsep dhamma sangat masuk di saya.  Biksu/bhante yang berceramah sangat menentramkan. Mereka menjelaskan dengan cinta kasih, tanpa amarah, tanpa menyalahkan. Benar-benar membuat saya tenang ketika mendengarkan.  Konsep Buddha Dhamma ini mengajarkan kita tentang kebenaran absolut, berbuat kebaikan dan menjaga kemoralan.  Yang pertama, segala yang kita lakukan yang baik ataupun buruk semua ak...

Surat untuk Mama Papa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teruntuk kedua orangtuaku tercinta, Hallo mah, hallo pah, Tidak terasa ya, waktu cepat sekali berlalu. Sepertinya baru kemarin aku menjadi anak kecil kalian. Sekarang sudah berubah menjadi manusia dewasa berusia 26 tahun.  Terima kasih kepada Mama Papa karena selama 26 tahun aku hidup selalu memberikan yang terbaik untukku.  Banyak hal yang sudah aku lalui hingga usiaku sekarang ini.  Tahun lalu garis kehidupan membawaku berada jauh dari kalian.  Ke sebuah tempat baru yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, tidak ada keluarga ataupun sanak saudara disana. Aku berangkat hanya berbekal do'a dari kalian dan keyakinan. Dan keyakinan itu ternyata tak salah.  Banyak hal baru yang aku alami disini, memperkaya hikayat kehidupanku. Dan salah satu yang paling aku syukuri dan mungkin diriku dikehidupan yang selanjutnya akan syukuri lebih dari apapun adalah pemahamanku tentang kehidupan dan spiritualitas.  Paham, membuatk...

Pelajaran dari Seekor Anjing

Gambar
Hari ini aku minggirin anjing yang mati di tengah jalan. Anjingnya kecil, Tapi ternyata berat. Beda banget kalau gendong yang hidup.  Setelah kejadian itu, aku jadi menyadari satu hal. Ternyata kita ini cuma Roh.  Roh yang dipinjami jasad yang kita pakai seperti sekarang ini.  Jasad tanpa roh ya cuma jasad. Yang akan pergi ke dunia selanjutnya ya Roh kita.  Jadi jasad kita ini cuma alat, bersifat netral,  mau kita pakai untuk kebaikan monggo, kejahatan monggo.  Baik buruk yang kita lakukan semua akan kembali lagi ke diri kita sendiri. Kita lakukan kebaikan ya sama dengan kita baik ke diri kita. Kita lakukan kejahatan ya sama dengan kita jahat ke diri kita. Namun, bukankah selayaknya peminjam yang baik, kita harus merawat baik-baik jasad ini dan menggunakannya untuk kebaikan?