Risau

Kalau memikirkan besok akan bagaimana, otak langsung masuk ke mode bertahan. Seperti enggan membicarakan.

Pikiran-pikiran semacam "Besok tua gimana ya?" "Besok tua sama siapa ya?" Selalu berkecamuk dahsyat dari hari ke hari, makin lama makin kuat. Apalagi di usia segini. 

(Berhenti.)

Sejenak aku mencoba berfikir jernih. 
Lalu, sedikit samar-samar sadar bahwa hidup adalah hari ini. 
Dan ya, menjalani hidup dari hari ke hari lebih membuat ringan langkahku berjalan. 

Tidak sedikit contoh-contoh nyata yang seketika muncul di otakku satu-satu berurutan.
"Oh si ini dulunya bersama, sekarang sendirian (ada yang ditinggal mati maupun bercerai)"
Apa pernah terfikir pada saat mereka menikah, di masa depan ternyata mereka akan sendirian? Terlepas dari segala kebersamaan yang telah dilalui bersama. Tidak menjadi jaminan bahwa pernikahan akan menyelamatkanmu dari kesendirian, entah itu kapan.

Begitu juga, tidak ada jaminan bahwa aku akan masuk ke usia tua. Pun jika aku diberi umur tua oleh Tuhan, tidak mesti aku akan kesepian.
Lalu, kenapa harus ku risaukan sesuatu yang belum tentu akan terjadi? 
Hidup kan saat ini. 
Jalani saja yang terbaik.

Life is now. 
Full of miracle and luck. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dan ini pun akan berlalu

Di atas meja bilyar aku melepaskan dia yang lalu

Aku akan Bersedih dengan Khidmat