Kontemplasi
Ketika berangkat kerja di jalan tadi, terbersit keinginan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi tubuh.
Lalu, akal sehat langsung bilang :
"Buat apa?"
Aku gak mau tua hidup sakit-sakitan karena gaya hidup yang buruk di masa mudaku.
Menyiksa diri sendiri pada akhirnya, dan juga merepotkan orang lain.
Toh hidup cuma bentar banget, manusia hari ini paling pol hidup cuma sampai umur 60 tahun. Itupun kalau sampai 60 tahun, kalau nggak?
Setelah itupun kita juga masih ada perjalanan selanjutnya.
Jadi kurasa menahan nafsu selama sisa umur kita hingga waktu kematian tiba tidaklah terlalu lama. Tentu, jika kita meniatkannya demikian.
Manusia hidup didunia ini juga tujuannya apa?
Untuk melaksanakan kebenaran, menyebarkan kebaikan, kemanfaatan dan kebahagiaan bagi semua mahluk.
Bukan, aku bukan manusia suci.
Jauh sebelum aku punya pola pikir demikian, aku adalah manusia yang melakukan banyak kesalahan, dosa dan kegagalan.
Tapi, manusia itu berubah, bukan? Dan perubahan itu pasti. Tidak ada yang tidak akan tersentuh perubahan, bahkan perubahan itu sendiri.
Manusia melakukan kesalahan, wajar. Manusiawi.
Kita tidak akan pernah tahu mana yang benar, kalau tidak pernah melewati fase salah dan gagal.
Pernah salah ya gapapa, diakui aja, memang kenyataannya seperti itu.
Tapi kita kan bukan hidup di masa lalu.
Kita hidup di hari ini, masa kini.
Dan siapa kita hari ini lah yang paling penting.
Komentar
Posting Komentar