Anak Anjing di Jalan Raya Membalong
Foto ini adalah salah satu foto yang paling saya suka. Bukan
karena hasil jepretannya, tentu saja. Tetapi, karena foto ini mengingatkan saya
pada momen ketika saya meminggirkan jasad Anak Anjing yang tergeletak di tengah
jalan saat saya melintas di jalan Raya Membalong, Belitung.
Jadi, bagi yang belum tahu, jalanan di Belitung itu cukup
lengang dan masih banyak hewan-hewan liar yang hidup di sana. Sebetulnya,
hewan-hewan yang mati karena tertabrak kendaraan itu adalah hal biasa. Entah
anjing, kera, kadal yang ukurannya cukup besar yang mati di jalanan cukup
sering saya dapati ketika melintas. Motor saya saja pernah “ditabrak” seekor
tupai. Ceritanya, pada saat saya melaju di jalan tiba-tiba ada seekor
tupai yang lompat ke depan motor saya dari arah samping kiri, cukup keras,
namun beruntungnya saya masih bisa mengendalikan keseimbangan sehingga tidak
sampai jatuh.
Oke, kembali lagi ke kisah anak anjing yang tadi. Jadi, saat
saya berangkat kerja ke arah Membalong, ada anak anjing yang sudah tergeletak
tak bernyawa di tengah jalan. Saya melajukan motor dengan pelan di dekatnya. Dalam
hati saya, ini anak anjing masih bagus banget jasadnya. Mungkin dia cuma keserempet
mobil aja ini, lalu mati.
Saya tetap lanjut ke arah Membalong, tetapi saya gak tega
ninggalin itu anak anjing di tengah jalan begitu, karena jasadnya masih bagus
banget, takutnya keburu ada kendaraan besar melintas malah terlindas. Akhirnya
saya memutuskan putar balik untuk melihat kondisi Anak Anjing tersebut. Saya pinggirin
motor dan langsung saya buka tas ransel untuk cari sesuatu yang bisa saya
gunakan sebagai lambaran memegang jasad anak anjing tersebut. Ketemulah kertas
brosur, okelah, lalu saya beranikan diri mengangkat jasad anak anjing tersebut.
Akhirnya, saya angkat itu jasad anak anjing, dan meminggirkannya.
Lalu, saya tutupi dengan kertas brosur tadi. Lega banget. Kemudian saya
lanjutkan perjalanan saya.
Dan hingga hari ini, setiap saya lagi scrooling galeri foto lalu
tanpa sengaja melihat foto ini, membuat saya tersenyum, entah kenapa hati saya
merasa bahagia aja.

Komentar
Posting Komentar