Ternyata Usia Gak Bohong

Umur tuh gak bohong. 

Semakin bertambahnya usia, terlebih mendekati kepala 3 ini.

Caraku memandang sesuatu tuh jadi lebih dalam. 

Misalnya adalah dari cara pandang melihat orang tua. Entah kenapa, aku tuh jadi lebih touchy ketika melihat seorang ibu atau ayah lagi main sama anak kecilnya, kayak aku tuh lagi melihat diriku di masa kecil dan aku bisa merasakan betapa sayangnya orang tua tersebut terhadap anak-anaknya. 

Asli, mataku bisa berkaca-kaca seketika. 

Lalu tentang kehidupan manusia. Aku jadi sangat berhati-hati kalau dimintai saran atau nasehat, ya karena aku tahu bahwa gak semua orang itu kehidupannya harus dan bisa sama. 

Kalau aku pernah pada posisi yang sama mungkin aku lebih relate dan lebih terbuka untuk ngobrolin hal itu. 

Tapi, kalau aku gak pernah berada di sepatunya, sebisa mungkin aku gak mau komentar apapun. 

Makanya, dalam banyak hal, contohnya dalam memilih pimpinan perusahaan, biasanya ada batas minimal usia untuk bisa menjadi seorang pimpinan, karena untuk memimpin sebuah perusahaan ya butuh sosok yang matang secara ilmu, usia, dan pengalaman. Mau ditua-tuain pun di KTP nya, tetep gak bisa dibohongin soal kematangan usia. 

Coba kamu tanya Winni di usia 20, 25 mungkin belum muncul pemikiran dia dengan perasaan yang seperti hari ini. 

Kemarin kan ada tuh influencer anak-anak nasehatin tentang kehidupan dengan PD dan asyiknya, ya jelas dia bisa tanpa beban dong ngomong begitu, karena dia kan tinggal baca script

Coba kenapa gak orang-tua nya aja yang bikin konten begitu? Simply, they know.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dan ini pun akan berlalu

Di atas meja bilyar aku melepaskan dia yang lalu

Aku akan Bersedih dengan Khidmat