Postingan

1849 KM

Gambar
Merindukanmu tidak akan pernah cukup waktu untuk menuntaskannya. Karena rinduku bukan tugas yang harus dituntaskan, melainkan adalah energi, mengalir seperti mata air yang tak pernah habis. Aku sangat ingin membawamu kemanapun aku pergi berkelana didalam hidup ini.  Aku yakin juga kau tak akan ragu menganggukan kepalamu untuk ikut bersamaku. Namun, kita adalah dua insan manusia yang sama kuat, sama-sama masih punya mimpi masing-masing di hidup kita. Saat tiba kita sudah meraih hidup yang kita impikan, kita akan pulang, bertemu dirumah yang sudah kita bangun bersama selama ini.

Penggaris Bahagia

Gambar
Mengukur kebahagiaan dan kesuksesan seseorang berdasarkan materi yang dihasilkannya rasanya cukup dangkal.  Dunia ini adalah semesta yang kompleks. Tidak ada penggaris yang benar-benar pas untuk mengukur keadaan satu mahluk dengan mahluk yang lain. Itulah sebab mengapa setiap saya mulai menilai orang lain berdasarkan kebendaan yang dia miliki, rasanya benar-benar dangkal dan memalukan.  Manusia lebih dari hal-hal itu. Ya, kita butuh uang untuk hidup. Namun saya percaya manusia lebih dari itu.  Be wise and grateful. 

Sudah gagal apa hari ini?

Gambar
Saya ingat ketika saya kecil, saya itu belajar berbagai hal, entah itu belajar bersepeda lalu terjatuh, belajar menendang bola lalu terpleset, saya selalu coba lagi hingga berhasil. Orang tua saya juga selalu mengajari dan menyemangati untuk coba lagi. Sebagai anak kecil yang memiliki semangat untuk mencoba hal-hal baru, saya selalu bersemangat dan jika saya melakukannya gagal saya coba lagi sampai bisa.  Namun ketika beranjak remaja hingga dewasa, kita sering kali malah menjadi takut untuk salah dan gagal.  Bukan karena apa-apa, wajar saja, karena sistem pendidikan kita menuntut siswa itu menjadi sempurna, tidak pernah salah dan tidak boleh gagal. Saya ingat betul ketika saya SD saat pelajaran IPS. Ada seorang guru yang bertanya dihadapan kelas, menanyakan sebuah pertanyaan tentang sejarah dan menyuruh siswa yang tahu untuk tunjuk tangan.  Saat itu tidak ada satupun yang berani tunjuk tangan, saya tunggu teman-teman saya tidak ada yang angkat tangan, lalu say...

Bunga-bunga akan mekar pada waktunya masing-masing

Gambar
Ada fase hidupku dimana aku merasa sangat terpuruk. Usia belasan sudah dipatahkan oleh dunia dan seisinya.  Mimpi-mimpi yang kurangkai sejak sekolah, terhempas begitu saja, tidak tersisa. Waktu itu hidupku seperti terjun bebas ke dasar jurang.  Tidak ada yang menolongku, aku terjerumus sendirian, tidak tahu bisa bangkit atau tidak. Di saat itu aku benar-benar hanya hidup saja. Merasa kosong, merasa hampa, merasa hidup ini tidak berguna. Aku punya keluarga tapi tidak ada satupun yang bisa kulakukan, aku tidak bisa mengungkapkan apapun, terdiam seperti mayat. Aku benar-benar hancur saat itu. Wajahku bisa tersenyum, tertawa. Namun jauh didalam diriku, aku sangat hancur. Benar-benar tidak tahu harus apa.  Tidak ada yang memandu, tidak bisa mengeluarkan segala apa yang ada didadaku ini, karena ceritapun mereka tetap tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi kepadaku. Dan mereka juga tidak bertanya. Itu adalah tahun-tahun yang sangat berat bagiku. Aku tidak punya t...

Lebih baik dari Aku yang dulu

Gambar
Setiap manusia dikaruniai Tuhan dengan berbagai macam talenta yang berbeda.  Tetapi sayangnya, banyak orangtua tidak bisa menerima itu. Mereka beranggapan bahwa anak harus menjadi sesuatu yang mereka inginkan, tanpa mau tahu, apa sebenarnya minat dari si bocah.   Saya ingat betul ketika setelah wisuda belum mendapatkan kerja.  Rasanya sangat stress, orangtua mendesak untuk melamar ini melamar itu. Padahal saya juga sudah memasukkan banyak lamaran pekerjaan, namun belum rezekinya. Share lowongan kerja setiap hari di grup keluarga, hingga mual rasanya untuk membaca.  Karena pada dasarnya orang jika suka dan berminat pada sesuatu akan melakukan itu tanpa disuruh sekalipun.  Hingga tiba disuatu hari, saya scrolling twitter. Dan saya baca lowongan pekerjaan yang menggugah saya untuk buru-buru melamarnya. Karena saya yakin betul terhadap ini. Tanpa keraguan sedikitpun saya memasukan lamaran dan ambil kesempatan itu. Kondisi saat saya menemukan loker ...

Usia 25

Gambar
Usia 25 bukanlah usia yang kanak-kanak lagi, namun juga belum tua.  Aku sebut usia dimana tahap matang berfikirku berada. Usia 25, membuatku mengerti berbagai konsep hidup yang sebelumnya tidak pernah tersadari olehku. Yang pertama, bekerja itu adalah sarana, bukan tujuan.  Aku kerja punya uang, bukan tujuanku.  Tetapi adalah saranaku untuk lebih dekat terhadap passionku. Aku bisa beli alat musik yang aku mau untuk belajar, ambil les yang aku minati, ikut kelas gym, investasi di intrumen yang aku tertarik untuk belajar, yang dulu sebelumnya aku tidak bisa ambil karena tidak ada penghasilan. Yang kedua, berbagi itu membuat bahagia.  Semenjak berpenghasilan, aku sebisa mungkin memberi apa yang telah aku hasilkan untuk orang lain. Dan itu membuatku lega dan bahagia. Jadi teringat, Nenekku suka berbagi apapun dengan siapapun, terlebih saudara-saudaranya.  Saat pulang kampung ke kota kelahirannya, beliau selalu membawakan makanan untuk setiap orang yang a...

Kebaikan Orang Tua

Gambar
Entah amalan kebaikan apa yang telah dilakukan kedua Orangtuaku dan Kakek Nenekku dimasa lampau, sehingga hidupku diperantauan ini tidak pernah sekalipun merasa sulit. Hidup kujalani dengan ringan dan enak. Walaupun aku jauh dari orang tua dan keluarga.   Disaat banyak orang struggling  di perantauan tetapi aku hidup dengan baik di perantauanku.  Aku mendapat tempat tinggal yang layak, lingkungan kerja yang sangat baik dan positif, tidak toxic.  Pikiranku juga jauh lebih berkembang ke arah yang lebih baik, Ide selalu saja muncul. Memang, bekerja tidak selalu mudah tapi ini jauh lebih baik daripada aku yang dulu.  Aku sudah bertumbuh jauh lebih baik daripada aku sebelumnya. Dan aku akan tetap melanjutkan proses tumbuhku untuk ke arah kemajuan.